ABOUT

Profile Laboratorium Kampung Ternak Jogja

ternak jogja icon

Profil lab kampung Ternak Jogja

Oleh: drh. Imam Abror

Kampung Ternak Jogja yang merupakan inisiasi dari Sarjana Membangun Desa Wirausaha Pendamping yang ditugaskan untuk mendampingi kelompok-kelompok ternak di Kota Yogyakarta sebagai langkah integrasi antar beberapa kelompok ternak dikota Yogyakarta. Sehingga ini merupakan konsep perkumpulan kelompok ternak yang ada dikampung-kampung di Kota Yogyakarta.  Yogyakarta yang identik dengan perkampungan menjadi latar belakang penamaan perkumpulan ini menjadi Kampung Ternak Jogja.  Konsep kampung ternak Jogja ini awal mulanya digagas pada awal tahun 2014. Sebagai bentuk tanggung jawab pendampingan agribisinis khsususnya kepada para peternak dalam  pengembangan usaha budidaya peternakan dan mempertahankan kelompok ternak yang ada dikota Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 kami mendirikan laboratorium Kampung Ternak Jogja sebagai tempat observasi, ujicoba ternak dan percobaan pembuatan pakan yang kemudian hasilnya disampaikan di kelompok ternak yang tergabung di Kampung Ternak Jogja.  Sehingga Laboratorium kampung ternak Jogja sampai saat ini terus bergerak dibidang agribisnis selain menjual produk ternaknya juiga sebagai media langsung penyambung anatara user dengan Peternak di kelompok ternak yang tergabung di Kampung Ternak Jogja.  Sejak tahun 2015 Laboratorium Kampung ternak Jogja bersama Kelompok ternak di kampung ternak Jogja menyediakan ternak-ternak berkualitas untuk jualbeli, Aqiqoh dan kurban yang diharapkan dapat menjadi barokah bagi penyedia ternak dan shohibul kurban yang membelinya. Dana untuk usaha ini kami kumpulkan dari saudara, teman dan sejawat lainnya untuk bekerjasama bagi hasil/syirkah. Sehingga sampai saat ini kerjasama/syirkah bagi hasil untuk usaha ini terus berjalan.

 

Latar Belakang

Kota Yogyakarta merupakan kota dengan luas 32,5 km2, cukup sempit dibandingkan kota-kota besar lainnya. Kota Yogyakarta diapit oleh dua kabupaten besar yaitu Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul sehingga tidak menyurutkan masyarakat di Kota Yogyakarta untuk mengembangkan lahannya, menjadi lahan produktif peternakan dan pertanian. Lahan yang dimanfaatkan masyarakat Kota Yogyakarta untuk peternakan kebanyakan berada dibeberapa titik antara lain kecamatan Tegalrejo, Kotagede dan Umbulharjo, sedangkan titik pertanian khususnya hortikultura sebagian tersebar diseluruh Kecamtatan di Kota Yogyakarta dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Kampung ternak Jogja merupakan gabungan kelompok ternak se-Kota Yogyakarta yang terdiri dari kelompok ternak sapi, domba kambing dan ayam. Sedangkan Laboratorium kampung ternak jogja merupakan hasil desain bersama sebagai lokasi pembelajaran dari peternak yang tergabung dikampung ternak jogja selain sebagai mitra dalam pengembangan kelompok-kelompok yang ada dikampung Ternak Jogja.

Tantangan para peternak di Kota Yogyakarta cukup berat terkait dengan lingkungan sekitar. Kondisi pemukiman yang sudah padat memunculkan berbagai macam keluhan dari masyarakat sekitar, kondisi ini memang dilematis, dikarenakan para peternak di Kota Yogyakarta masih mengandalkan penghasilan salah satunya dari hasil ternaknya. Sebagian besar peternak Kota Yogyakarta adalah masyarakat ekonomi menegah kebawah dengan pekerjaan serabuta. Selain itu pemasaran yang kemudian menjadi permasalahan di peternak-peternak Kota Yogyakarta juga menjadi permasalahani inti namun konsep mitra dan usaha berr-Jamaah mencoba dikembangkan untuk mengatasi permasalahan pemasaran ini.

Konsep Perma-culture yang kemudian dipadukan dalam perihal pemberdayaan, mitra, edu-wisata, pengolahan limbah ramah lingkungan menggunakan reaktor cacing diharapkan menjadi solusi terhadap permasalahan peternakan yang ada di Kota Yogyakarta. Konsep perma-culture kemudian diintegrasikan dengan pertanian, menciptakan gerakan ketahanan pangan dan ketahanan pangan sumber energi rumah tangga. Peternak secara ekonomi diuntungkan (pemeberdayaan, mitra, eduwisata, kuliner) dan keberlanjutan usaha kelompok ternak di Kota Yogyakarta berlanjut, limbah teratasi, lingkungan asri serta ketahanan pangan maupun ketahanan pangan sumber energi sebagian tercukupi dengan pola perma-culture dimasing-masing masyarakat Kota Yogyakarta, sehingga klaim Kota Yogyakarta sebagai Kota Ramah Ternak dapat menjadi inspirasi kota-kota besar lainnya di  Indonesia.

 

 

Konsep kampung ternak Jogja ini awal mulanya digagas pada awal tahun 2014. Sebagai bentuk tanggung jawab pendampingan agribisinis khsususnya kepada para peternak dalam  pengembangan usaha budidaya peternakan dan mempertahankan kelompok ternak yang ada dikota Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 kami mendirikan laboratorium Kampung Ternak Jogja sebagai tempat observasi, ujicoba ternak dan percobaan pembuatan pakan yang kemudian hasilnya disampaikan di kelompok ternak yang tergabung di Kampung Ternak Jogja.  Sehingga Laboratorium kampung ternak Jogja sampai saat ini terus bergerak dibidang agribisnis selain menjual produk ternaknya juiga sebagai media langsung penyambung anatara user dengan Peternak di kelompok ternak yang tergabung di Kampung Ternak Jogja.

Sejak tahun 2015 Laboratorium Kampung ternak Jogja bersama Kelompok ternak di kampung ternak Jogja menyediakan ternak-ternak berkualitas untuk jualbeli, Aqiqoh dan kurban yang diharapkan dapat menjadi barokah bagi penyedia ternak dan shohibul kurban yang membelinya.

Selaras dengan menyongsong Hari Raya Idhul Adha (Idhul Kurban),untuk menyediakan kebutuhan hewan kurban masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, maka kampung ternak jogja akan menjadi salah satu supplier hewan kurban yang berkompeten dan profesional untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan hewan kurban mengalami peningkatan tiap tahunnya berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat untuk berkurban yang terus meningkat.

VISI dan MISI Lab. KampungTernak Jogja

Visi: Terciptanya Perusahaan Agribisnis hewan ternak berbasis pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai Islam.
Misi:

1 Pemberdayaan masyarakat Peternak khususnya diYogyakarta dengan pola kemitraan
2 Menyediakan hewan ternak dengan mengedepankan kualitas terbaik untuk konsumen
3 Menjadi ajang bisnis Peternakan dari hulu sampai hilir yang Syar’i sesuai tuntutan Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
4 Mampu menyediakan pendanaan untuk anak yatim, fakir miskin dan kegiatan dakwah Islam lainnya melalui penyisihan sebagian keuntungan.
5 Menjadi Mitra untuk lembaga filantropi, instansi swasta dan Pemerintah.